Teman-Teman KKN 2012

KKN 2012 Di Lampung Selatan Kec. Palas Desa Bumi Restu .

Wisudaan NoviTriyani

Wisuda My Sister 2012 Phancabakti Bandar Lampung.

KKL 2011 YOKYAKARTA

Susanto Dan Yogi Aprianto.

Sahabat KKN 2012

Siger Propinsi Lampung.

Angkatan 2009 Pendidikan Kimia

Universitas Lampung.

Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Wednesday, October 24, 2012

bulan dalam kendi


     


1
melewati peluh belukar malam
                       aku bersamamu

menyusuri lekuk rimbun taman
tertatih kau bersamaku

mata nyalang mencari-cari
di manakah bunga dinamakan api

memasuki kecut  lidah kabut
kau dan aku gugup

membayang hujan bergandeng tangan
kau - aku menduga angan

apakah itu dendam bisikmu redam
saat kunang lebih cekam ketimbang pedang

engkau perempuan
aku sehimpun diam

2
apa dicari
selarik tamsil pada musim

berapa umpat kau simpan
hingga tak sanggup kutelan

apa kan ditebak
bila degup kian congkak

berapa kan terbilang
bila diri perlahan hilang

mengapa kau diam
tak inginkah kau telanjang

bila bosan kau sibak malam
sempurna sudah pertemuan

tak guna baju terpakai
jika jantung mendegup lunglai

apa dinanti
selarik diri dalam puisi

apa dicari
selarik puisi dalam diri


3
kau ucap namaku
lalu namaku
melarut ke dirimu

kuucap namamu
lalu namamu
melesap ke diriku

kita lupa nama
lupa wajah
penuh luka

nama kita lupa
atau luka
tanpa nama

lalu di mana wajah
bila lupa
pada luka

kau ucap nama lupa
kuucap nama luka

wajah yang lupa nama
wajah yang lupa luka

4
kau memata-mataiku

padahal matamu
api dalam mataku

sempurna


2005-2006







Altar Ismail



demi waktu

aku rela ikut denganmu

akan kulepaskan tubuh
demi abadi sang ruh

tapi, tolong kau tanyakan, bapak
kepada leluhurmu itu--

apakah cinta
selalu menuntut kata percaya

apakah cinta
yang masih menduga-duga setia

bukankah itu syak-wasangka
yang berharap lepas dari dusta.

demi waktu
akan kulepas tubuhku

agar kau lega, bapak
dan tak pernah lagi bertanya—

mengapa cinta
selalu menutup mata

dari keramaian hasrat
dan niat untuk mendua

duduk dalam hening
dada dalam hampa.

demi waktu
akan kulepas diriku

semoga kelak Kau paham
bahwa aku telah karam

di lautan dendamMu
di dalam diriku

dan seorang bapak
akan bangga 

anaknya telah lesap
ke semesta yang senyap.

                        2005
           


After rain/ Setelah hujan





            setelah hujan, kabut
            merebut
            jarak ruang
                        dan dengus maut

            di belantara guguran detik,
                        deru rintik
            menggambar
            genangan waktu
            di wajah langit

            di tanah, wajah teduh
            dari pasrah
            berkerumun peluh
                        jatuh, mengeluh
            umpama mantra
            dan gumam
            akar pohon purba

            luka di urat, berdarah
            daging meretak, pecah
            bebunyian nanah
                        menggema
                        sumpah
            dan sekulah gundah
            saat takut
            menunda pasrah

            selesai kabut, kekal
                        menyesak
di dada sekal
dan kemah cakrawala
nyerupa rumah
jadi biang anak durhaka

lalu kau merengut
            tanah mengerut
            menghiba maut
mendakwa takut
                                                                        


PEREMPUAN BERAIR MATA



Akhir Desember
perempuan berair mata
memetik bunga semboja
yang hampir tenggelam
di tengah kuburan
sesampai di rumah
diletakkan dalm pot
dan menyayanginya
seperti ia menyayangi
mendiang suaminya
Awal Januari
luapan air kali
mengembalikam bunga semboja
dan perempuan berair mata
ke tempat semula

                                                                        karya : Imam Ma’arif

KUPU – KUPU BERBAJU PUTIH


02 – 10 - 2008
  
Sejak kau tutup jendela
tak ada kupu – kupu
menerobos ke rumahmu
kau jijik dengan kotorannya
yang terkadang meledak
di atas kepala
terkadang sayapnya patah
dan terjerembab dalam fikiranmu
tapi ibumu  merindukan
kupu – kupu
terbang memenuhi ruangan
ia seperti bintang – bintang, katanya
jika sayapnya lepas
ibumu selalu
menjahitkan baju sebagai ganti
sore itu
seekor kupu – kupu berbaju putih
berhasil menerobos masuk
ke rumahmu
lalu sembunyi di balik
kasih ibumu
esok paginya
berbondong – bondong
pelayat mengantar ibumu

                                                                        Karya : Imam Ma’ruf

RINDU SETUBUH CINTA


Aku rindu                                                                                                       
Nafasmu yang berlalu
yang sempat hembus dari degub jantungku.

Aku rindu
Hangat darah pelukmu
yang sempat seirama dengan denyut nadiku.

Aku rindu
Aroma dan geliat tubuhmu
yang tak bosan memberiku madu
pada persetubuhan cinta penuh nafsu.

Bandar Lampung, April 2011.